Minggu, 10 Desember 2017

Penggunaan Inhaler Mengakibatkan Asma Tambah Parah, Fakta atau Hanya Hoax?



Salah satu barang wajib yang dan harus ada dalam tas kapan pun dan dimana pun untuk penderita asma adalah inhaler, namun tahukah Anda, salah satu sumber mengatakan nahwa terlalu sering menggunakan inhaler dapat membuat asma bertambah parah, bagaimana faktanya?. Yuk simak ulasan lengkapnya di bawah ini.

Sebelum mengetahui dampak negative yang di berikan oleh penggunaan inhaler, ada baiknya jika kita mengetahui jenis-jenis obat inhaler untuk asma terlebih dulu. Terdapat 2 jenis obat inhaler untuk asma yang sering di gunakan sebagai pengobatan, yaitu beta2-agonis dan kortikosteroid.


  • Beta2-agnosis


Beta2-agonosis sendiri terbagi menjadi 2 jenis, pertama Beta2-agonisi kerja cepat atau istilah awamnya di kenal dengan reliever atau pelega, inhaler ini memiliki fungsi sebagai merelaksasi dan membuka jalan napas yang mengecil akibat serangan asma, obat ini memiliki reaksi cepat dalam mengatasi asma.

The National Heart, Lung, and Blood Institute mengingatkan bahwa penggunaan obat beta2-agonis kerja cepat yang berlebihan menunjukkan asma yang tidak terkontrol. Dengan demikian seharusnya pengobatan dievaluasi kembali. Selain itu, penggunaannya yang berlebihan dapat menyebabkan serangan asma berikutnya yang lebih berat.


  • Kortiokosteroid


Sedangkan kortikosteroid bekerja dengan melegakan serangan asma dengan mengurangi peradangan pada jalan napas. Obat jenis ini membantu mengontrol asma untuk jangka panjang.

Penggunaan obat dalam jumlah berlebih terutama pada anak-anak, dapat berakibat pada  fungsi hipotalamus dan juga kelenjar adrenal yang kemudian dapat memengaruhi pertumbuhan dan perkembangan anak.

Pada dasarnya penggunaan 2 jenis inheler ini tidak akan berbahaya, selama mengikuti aturan pakai yang di berikan dokter. Jika memang dosis yang telah di tentukan tidak berhasil mengurangi gejala asma, lebih baik Anda langsung mengunjungi dokter, Agar nantinya dosis dan jenis obat dapat disesuaikan atau diganti dengan obat yang lain. Seperti yang telah dibahas sebelumnya, bahwa penggunaan dosis yang berlebihan ternyata dapat berakibat fatal.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar