Jumat, 10 November 2017

Mengenal Berbagai Obat Sesak Nafas Yang Paling Umum Berdasarkan Penyebabnya

Hasil gambar untuk asma


Berkembangnya ilmu pengetahuan dan teknologi sedikit banyak telah memperngaruhi dunia kesehatan, terbukti dengan banyak di temukannya obat-obat terbaru yang semakin membantu dokter dalam menangani pasien. Termasuk di dalamnya obat untuk sesak nafas, sudah banyak di temukan berbagai obat untuk sesak nafas berdasarkan pada penyebab terjadinya.

Alasan membedakan obat sesak nafas berdasarkan penyebab terjadinya?

Karena memang sesak nafas tidak hanya di sebabkan oleh hanya satu penyakit saja, orang-orang masih mengidentifikasikan jika sesak nafas erat kaitannya dengan asma, padahal pada kenyataan nya sesak nafas tidak hanya di derita oleh penderita asma, sesak nafas juga dapat di alami oleh penderita pneumonia, penyakit jantung, obesitas, hingga serangan panik. Itulah sebabnya kenapa saya mengelompokan obat sesak nafas berdasarkan apa penyebabnya.

Nah di bawah ini saya akan memaparkan beberapa obat sesak nafas berdasarkan pada apa penyebab terjadinya, untuk semakin memperjelas manfaat dan kegunaan dari obat sesak nafas.


  • Bronkodilator


Bronkodilatot berfungsi sebagai alat/obat untuk memperlancar pernapasan dengan memperlebar kapasitar paru-paru menghirup oksigen, bronkodilator dapat di temukan dalam berbagai bentuk seperti inhaler, tablet/pil, sirup, suntikan, hingga nebulizer.

Ada tiga jenis obat bronkodilator yang umum digunakan, antara lain:


  1. Antikolinergik (tiotropium, ipratropium, glycopyronium, dan aclidinium)
  2. Agonis beta-2 (salmeterol, salbutamol/albuterol, dan formoterol)
  3. Teofilin


Untuk cara kerjanya bronkodilator dapat di bedakan menjadi 2 yaitu reaksi cepat dan reaksi lambat. Bronkodilator reaksi cepat biasanya di berikan pada penderita sesak nafas akut (tiba-tiba), akibat dari peradangan dan penyampitan saluran napas seperti pada serangan asma akut. Sedangkan bronkodilator reaksi lambat lebih ditujukan untuk mengontrol gejala sesak napas pada penyakit paru-paru kronis (PPOK) atau asma kronis.

Efek samping umum yang dapat muncul dari penggunaan obat ini biasanya menggigil, batuk, sakit kepala, hingga diare.


  • Antibiotik Dan Antivirus


Kedua obat tersebut di khususkan untuk para penderita sesak nafas akibat dari infeksi pneumonia, dokter akan meresepkan obat tergantung pada mikroba apa yang menginfeksinya, bakteri atau virus. Antibiotik akan diresepkan dokter untuk mengatasi pneumonia yang disebabkan oleh infeksi bakteri. Salah satu contohnya adalah Xorim (cefuroxime). Apabila pneumonia Anda disebabkan oleh virus, maka dokter dapat meresepkan obat antivirus, seperti oseltamivir (Tamiflu) atau zanamivir (relenza).

Jangan menghentikan atau meningkatkan dosis obat tanpa sepengetahuan dokter.


  • Diuretik 


Obat ini di berikan untuk penderita sesak nafas akibat dari gagal jantung. Secara umum, obat ini menghambat reabsorpsi elektrolit dari lumen nefron, meningkatkan osmolaritas dan meningkatkan ekskresi air.

Efek samping dari penggunaan diuretik adalah Anda akan terus buang air kecil karena diuretik meningkatkan ekskresi urin dari air dan elektrolit. Oleh karena itu, obat ini disebut “tablet air”.


Penggunaan Obat Herbal

Nah jika ada pertanyaan apakah saya boleh menggunakan obat herbal?. Jawabannya tergantung pada hasil konsultasi Anda dengan dokter yang menangani. Sebab penggunaan obat kimia dan herbal secara bersamaan tanpa di ketahui lebih lanjut efeknya akan berisiko memperburuk kesehatan tubuh Anda. Untuk itu, dokter perlu mengecek kandungan obat herbal dan melihat bagaimana kondisi ginjal dan hati Anda.

Pencegahan lainnya untuk mengatasi sesak nafas, Anda cukup dengan menjaga pola hidup sehat, tidur dan makan dengan tertur, perhatikan lingkungan sekitar rumah Anda, bersihkan rumah dari berbagai partikel kecil seperti debu, kotoran dan bulu hewan. Perhatikan juga lingkungan saat Anda keluar rumah, gunakan msker kesehatan khusus guna menjaukan dari paparan polutan, seperti asap rokok dan kendaraan.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar